Jumat, 25 Januari 2008

Tentara Tewas Ditembak Pencuri

Tentara Tewas Ditembak Pencuri
Sabtu, 26-01-2008 | 01:30:19

BOGOR, BPOST - Seorang anggota Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 7 Kodam Jaya, Sersan Satu Rudiawan tewas ditembak oleh seorang pria yang mencuri sepeda motor Honda Tiger merah bernopol D 3929 DZ, milik tetangganya, di depan toko telepon selular Arteri di Jalan Mayor Oking, Kampung Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (24/1) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban tertembak tepat di tengah perutnya dan sempat dibawa ke RS Bhakti Husada yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian sebelum dibawa ke RSPAD Gatot Subroto.

"Memang korban merupakan anggota Yon Armed 7 yang bermarkas di Bekasi. Dan merupakan satuan bantuan tempur (Satbanpur) dari Kodam Jaya. Korban juga memang sempat dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, tapi pada malam itu juga jenazah dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Leuwigajah, Cimahi, Bandung, Jawa Barat, dan dimakamkan di sana" kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Letkol Art James Sondakh kepada Warta Kota, Jumat (25/1) siang.

Sementara itu Rahman, pengojek motor di depan Sekolah Eka Wijaya, mengatakan, pada malam itu ketika dirinya bersama tiga temannya sedang menunggu calon penumpang di pangkalan.

Namun, tiba-tiba mata mereka tertuju kepada dua sepeda motor yaitu Honda Tiger merah dan Yamaha Vega biru saling berkejaran dari arah Pasar Cibinong menuju Citeureup.

Sepeda motor Yamaha Vega biru berhasil memepet Honda Tiger, sehingga pengemudi Tiger mencoba memotong jalan tepat di pangkalan ojek.

Akibatnya, kedua motor itu pun terjatuh tepat di tengah badan jalan tersebut. Pengemudi Tiger mencoba kabur tapi langsung dikejar pengemudi Vega.

Pria yang mengejar terlihat sempat memberikan perlawanan terlebih lagi pelaku sudah mengeluarkan senjata api. Dan tidak lama kemudian senjata api itu pun meletus, pelaku secepatnya melarikan diri diantara kemacetan di jalan raya yang saat itu memang arus lalu lintas sedang ramai.

Pelaku masuk ke kampung dekat pangkalan ojek tersebut. "Kami tidak berani mengejarnya, karena masih khawatir kalau pelaku masih tetap membawa senjata api," ujarnya. WK

kami turut berduka cita by : randy

Selasa, 01 Januari 2008

Pertandingan futsalL cinus vs BBS


tepatnya pada hari kamis pada tanggal 27 desember 2007 Sma Unggulan Citra Nusa melakukan pertandingan FUTSAL di BBS. dan kebetulan juga SMA UNGGULAN CITRA NUSA melawan tuaN rumah yaitu BBS. awalnya pertandingan begitu seru namun di babak pertama SMA UNGGULAN CITRA NUSA mengalami sedikit kendala dan akhir nya pemenang nya adalah bbs selaku tuan rumah. dengan sedikit kekecewaan pelatih Futsal SMA UNGGULAN CITRA NUSA sebut saja bapak haris tampak sedih namun beliau tetap tegar dan selalu memberikan dukungan kepada anak didiknya. karena masih ada pertandingan selanjutnya.

redaksi berita cinus @ cinus oL

randy_multimedia

Selasa, 25 Desember 2007


ini adalah salah satu siswa-siswi yang aktif dalam bidang eskul paskibra di mana siswa dan siswi nya telah memiliki kedisiplinan. mempunya skil dalam penugasan pengibaran bendera kebangsaan indonesia.

photo ini di ambil pada saat anggota paskibra cinus mengadakan latihan menjelang hari bersejarah bagi bangsa indonesia 17 agustus. dimana persiapan mereka begitu matang untuk menyambut hari kemerdekaan

Informasi lanjut adalah di mana pembawa baki bendera kebangsaan indonesia bernama cHa-cHa anggota paskibra kelas 2 ipa Sma Unggulan Citra Nusa. semoga dengan langkah awal kedisiplinan semua siswa siswi SMA UNGGULAN CITRA NUSA dapat menjadikan contoh bagi sekolah lain.

redaksi beritacinus,,

( R a n d y a d m o k o )

sma unggulan citra nusa 2


Disamping ini adalah photo administrasinya sma unggulan citra nusa
eh, kwan-kwan semua yang nanti lulus smp jangan lupa ya mampir dulu ke

Sma Unggulan Citra nusa pokonya kalian mampir ja dulu ke cinus nanti kalian bisa liat kok kenyamanan sekolah di cinus. seperti kakak nih ya,, tadinya kakak gak sekolah di cinus namun karena kaka denger di cinus itu nyaman dan lagi juga tempatnya yang strategi cinus pokok ke oCe lah. ya paling gak kalian ambil dulu formulir dan langsung datang ja ke cinus nanti kalian sendiri kok yang tau bagai mana cinus itu. dan doa'n kakak ya agar kakak nanti ujian ( UN ) nya lancar dan lulus dengan nilai yang baik amien !!!! bis kakak mau buru-buru daftar polisi nih karena itu adalah cita-cita kakak dari kecil. kalian yang ingin mengenal kakak bisa add kakak di fs kok : randy_cinus_@yahoo.com jangan lupa ya !!! salam hormat to semua guru-guru di sma unggulan citra nusa\\

Jumat, 21 Desember 2007

sma ungulan citra nusa// pendapat randy


sekolah yang saya tempatkan sekarang adalah salah satu sekolah unggulan dikabupaten bogor. menurut saya sekolah di sma unggulan citra nusa itu sama saja dengan sekolahan lain cuma yang membedakan adalah sistem pembelajarannya. memang sih sekolah ini sangat nyaman namun kurangnya fasilitas membuat sekolah ini kurang perfect. saya berharap sekali kalau kepala yayasan dapat menambah fasilitas yang memadai.
sekarang ini indonesia sudah masuk globalisasi jadi ada baiknya kalau sekoah menyediakan fasilitas multimedia education. dengan membentuk anggota pasus di bidang IT ya itu juga namanya saran apalagi kalau sekolah ini memiliki website multimedia di wesite tersebut bisa mengakses semua yang berkaitan dengan Sma Unggulan Citra Nusa. contohnya guru dapat memberitahukan kepada siswa/siswinya kalau saja ada pembelajaran tambahan,materi yang telah diajarkan atau PR jadi dengan mudah siswa/siswi yang dimasuk sekolah bisa mengakses kembali pelajaran yang diterangkan. nah dengan begitu kan jadinya lebih memudahkan kita semua. itu saja sih sedikit saran dan kritik dari saya. saya ucapkan banyak - banyak terimakasih kepada wali kelas saya yang sudah sabar mendidik saya :??//
wasalam// randy admoko kalau ada kritik anda bisa mengirimkannya ke email : randy_pesat@plasa.com// atau yang ma add randy di fs // randy_cinus_@yahoo.com

Kamis, 20 Desember 2007

ALAMAT SITUS PENTING

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Tanggapan untuk Wisnu Widjaja

Tanggapan untuk Wisnu Widjaja

Saya adalah Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor dan Wakil Ketua PPI Jawa Barat periode 2004-2008. Bersama ini saya ingin merespons tulisan Bapak Wisnu Widjaja, yang dimuat di Surat Pembaca Koran Tempo Senin, 6 Agustus 2007.

Berkaitan dengan kejadian yang dilihat, dirasakan, dan didengar Bapak Wisnu dalam pemilihan anggota Paskibra (yang tidak menyebutkan lokasi kejadian), ada beberapa hal yang ingin saya tegaskan.

Pertama, sejatinya Islam dan nasionalisme adalah satu. Nabi Muhammad SAW memberi contoh bagaimana ia membawa bangsa Arab dari bangsa yang terpecah dalam banyak suku menjadi sebuah bangsa yang mampu berkembang dan mampu mempengaruhi peradaban dunia melalui agama Islam. Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, H.O.S Tjokroaminoto, dan H. Agus Salim adalah sebagian contoh dari tokoh pergerakan nasional yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dengan dilatarbelakangi pemahaman mereka bahwa Islam adalah agama yang memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan manusia. Langkah ini masih satu napas dengan nasionalisme, yakni menganggap penjajahan adalah suatu hal yang wajib dihancurkan.

Kedua, sebagai salah satu unsur dalam kemeriahan hari ulang tahun Republik Indonesia, di setiap kabupaten/kota, provinsi, dan pusat di Indonesia setiap tahunnya diselenggarakan upacara untuk memperingatinya. Karena itu, selalu ada pasukan yang khusus dibentuk untuk mengibarkan duplikat bendera pusaka yang dinamai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Pasukan ini berbeda dengan Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera), karena Paskibra bertugas di tingkat sekolah dasar, menengah, dan lanjutan. Sedangkan Paskibraka bertugas atas nama pemerintah daerah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Hal ini perlu dipaparkan karena Bapak Wisnu menyebut nama Paskibra. Padahal laporan pandangan mata berkaitan dengan panitia seleksi dan para pelatih (termasuk dari pihak militer) yang terlibat dalam kegiatan tersebut justru lebih mencerminkan proses kegiatan seleksi, pembinaan, dan latihan Paskibraka.

Ketiga, Purna Paskibraka Indonesia amat tidak menghalangi anggotanya yang berasal dari mantan anggota Paskibraka menggunakan jilbab saat mereka melakukan tugasnya. Bahkan kami tidak memberikan imbauan kepada panitia pelaksana setempat untuk lebih memilih anggota yang tidak berjilbab.

Dalam buku Pedoman Organisasi PPI, tertera gambar bentuk pakaian dinas upacara bagi anggota Paskibraka yang menggunakan jilbab. Anggota Paskibraka dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk bertugas di pusat sering kali berjilbab. Begitu pula untuk kami di Jawa Barat (biasanya perwakilan putri dari Kabupaten Cianjur). Di Kota Bogor pun ada anggota kami yang berjilbab saat penugasan.

Karena itu, kepada yang terhormat Bapak Wisnu, dan pembaca Surat Pembaca Koran Tempo yang budiman, secara pribadi dan organisasi, saya sangat menyesalkan dan sekaligus mempertanyakan nasionalisme pihak terkait, bilamana peristiwa yang dialami oleh Bapak Wisnu adalah benar terjadi dalam tahapan seleksi dan pembinaan Paskibraka (di Tegal, Jawa Tengah). Kami berharap kawan-kawan PPI di Jawa Tengah dan/atau Kabupaten Tegal dapat menindaklanjuti hal tersebut.

Terakhir, saya mengucapkan selamat berjuang kepada seluruh rekan-rekan Paskibraka dari Sabang sampai Merauke dalam penugasan tahun ini.